Kamis, 06 Mei 2010

TRANSPIRASI PADA DAUN

PENGUKURAN TRANSPIRASI PADA DAUN DENGAN POTOMETER

· Judul praktikum : “Pengukuran Transpirasi pada Daun dengan Potometer.”

· Waktu Praktikum : 28 – 29 September 2009

· Tempat/Lokasi Praktikum : Laboratorium Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Indonesia

· Tujuan Praktikum :

1. Meningkatkan kreativitas mahasiswa dalam mencari dan menemukan suatu hal baru.

2. Mengetahui cara pengukuran transpirasi pada daun dengan potometer.

3. Dapat mengukur kecepatan transpirasi melalui daun, persatuan luas dan satuan waktu tertentu.

· Pendahuluan

Tanaman mendapat air melalui proses penyerapan oleh rambut-rambut akar. Air serta garam terlarut akan diteruskan ke seluruh bagian tanaman. Hanya sebagian kecil (kurang dari 1%) dari air diabsorbsi oleh tanaman dipergunakan dalam reaksi metabolisma (hidrolisis). Sebagian besar air diabsorbsi itu akan dikeluarkan lagi dalam bentu uap air ke atmosfer melalui proses transpirasi.

Kehilangan air pada tumbuhan dapat berlangsung melalui stomata, kultikula, dan lentisel (Salisbury dan Ross, 1987), tetapi sebagian besar sebagian besar berlangsung melalui stomata pada daun (Noggle dan Fritz, 1976).

Peristiwa transpirasi merupakan kejadian yang khas pada tumbuhan, terutama berkenaan dengan sistem transpirasi internal dan sistem pengendalian/ regulasi panas tubuh. Banyaknya uap air yang dilepaskan oleh tumbuhan pada proses transpirasi, berbeda antara satu spesies lainnya (Sasmitamiharja dan Siregar, 1990).

Laju transpirasi dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal antara lain: besar kecilnya daun, tebal tipisnya daun; ada tidaknya lapisan lilin dan bulu pada permukaan daun; bentuk dan banyak sedikitnya stomata. Sedangkan faktor eksternal antara lain suhu, cahaya, kelembaban udara, keadaan air tanah, angin.

Pengukuran laju transpirasi dapat dilakukan dengan alat potometer.

Zat makanan merupakan salah satu syarat yang dibutuhkan tanaman selama dalam pertumbuhannya. Seperti kita ketahui bahwa salah satu fungsi dari akar adalah sebagian tempat air dan mineral dari dalam tanah sebagai zat makanannya (nutrisinya).

Proses masuknya air ini terjadi karena adanya daya hisap akar, tekanan akar dan transpirasi. Pada tumbuhan berpembuluh, air akan dialirkan dari akar daun melalui suatu organ yaitu bagian sistem.

· Alat-Alat dan Bahan

1. Potometer
2. Timbangan
3. Penggaris
4. Ember
5. Pisau/silet
6. Gunting
7. Ranting tumbuhan tanpa bunga dan kaltikula
8. Eosin
9. Stopwatch
10. Air
11. Higrometer

· Cara Kerja

1. Berilah satu tumbuhan yang tungkainya dapat masuk ke dalam pipa karet potometer, kemudian potong dan segera masukkan ke dalam ember yang berisi air agar pada bekas potongan batang tidak terdapat gelombang udara.

2. Buka sumbat potometer dan isi dengan air hingga penuh

3. Potong pangkal tumbuhan 5-10 cm dalam air, usahakan daun tidak asah.

4. Potong pangkal tanaman ke dalam pipa karet dan oles setiap sambung dengan eosin. Pekerjaan ini harus dilakukan dengan hati-hati dengan menjaga tungkai tanaman agar tidak lepas kontak dengan air karena jika tungkai tanaman lepas, maka gelombang udara akan terlihat pada air dalam tabung potometer yang memungkinkan kita tidak dapat mengamati transpirasi pada daun tanaman tersebut atau dapat dikatakan percobaan akan gagal.

5. Kemudian letakkan potometer pada tempat terbuka

6. Untuk mengukur kelembaban udara pada tempat tersebut, gunakan higrometer

7. Selanjutnya biarkan tumbuhan bertranspirasi. Bila terjadi penyerapan air akibat adanya transpirasi, mata air akan bergerak ke arah tabung tanaman.

8. Untuk memudahkan pengamatan dapat menggunakan larutan eosin sedikit, dengan cara menyuntikkan pada pipa kapiler sebelum pengamatan. Atau membuat gelembung udara pada pipa kapiler dengan menggunakan siring.

9. Amati secara teliti potometer tersebut dan catat pergerakan eosin/gelumbung udara dari a-b, setiap 5 menit, selama 4/5x pengamatan (20/25 menit).

10. Dengan mengetahui volume pipa kapiler sepanjang a-b ini, maka diketahui jumlah air yang ditranspirasikan selama pengamatan.

11. Bila pengamatan selesai, petiklah seluruh daun untuk diukur luas totalnya, sehingga dapat diketahui jumlah ml air yang ditranspirasikan/satuan luas daun/satuan waktu pada tiap kondisi lingkungan yang telah diamati.

· Hasil Pengamatan

Hasil pengamatan pengukuran transpirasi pada daun dengan potometer

No Waktu Jarak pengukuran Hasil kecepatan transpirasi

1 14.42 wib 0.2 ml 0.25 ml

2 14.47 wib 0.25 ml 0.27 ml

3 14.53 wib 0.27 ml 0.3 ml

4 14.58 wib 0.3 ml 0.32 ml

5 14.03 wib 0.32 ml 0.34 ml



Berat daun keseluruhan : 4.6 gram

Berat salah satu daun ukuran 2 x 2 = 0.2 gram

Maka, luas permukaan daun seluruhnya, adalah:

= x 2 x (2 x 2 cm)

= x 2 x (2 x 2 cm)

= x 8

= 184 cm

· Pembahasan

Transpirasi adalah pengeluaran air dari tubuh tumbuhan dalam bentuk uap air ke udara bebas, yaitu melalui stomata daun, kultikula dan lenti sel (Solisbury dan Ross, 1987) tetapi sebagian besar melalui stomata daun (Noggle dan Fritz, 1976).

Lentisel adalah lubang kecil pada batang tumbuh sebagai tempat keluar masuknya gas.

Dengan melakukan percobaan ini, dituntut untuk lebih efektif, berusaha mencari dan menemukan sesuatu hal yang baru. Misalnya mengetahui cara pengukuran transpirasi pada daun dengan potometer, dan mengetahui bahwa laju transpirasi dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal.

1. Faktor internal antara lain

a. Besar kecilnya daun
b. Tebal tipisnya daun
c. Ada tidaknya lapisan lilin daun
d. Adanya bulu pada permukaan daun
e. Bentuk dan banyak, sedikitnya stomata

2. Faktor eksternal antara lain:

a. Suhu
b. Cahaya
c. Kelembaban udara
d. Air tanah
e. Angin

· Kesimpulan

Laju transpirasi dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal antara lain: besar kecilnya daun, tebal tipisnya daun, ada tidaknya lapisan lilin pada daun dan adanya bulu pada permukaan daun, serta bentuk dan banyak sedikitnya stomata. Sedangkan faktor eksternal antara lain: suhu, cahaya, kelembaban udara, keadaan air tanah dan angin.

· Daftar Pustaka

Zacharias Ir. A. H. 2008. Fisiologi Tumbuhan. Jakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar